Posted by: nengpeni on: Februari 1, 2011
H-1 sebelum gw berangkat besok untuk menuntaskan liburan gw, sangat antusias tapi tetap waspada supaya gw nggak menghancurkan liburan yang telah dipersiapkan susah payah ini. Meski awalnya sempat nggak diizinkan oleh bokap buat pergi ke luar negeri sendiri, toh gw nekat apply juga dan baru bilang disaat H-9 gw akan pergi (ehm jangan ditiru ya). Kenapa gw nggak dibolehin pergi sendiri? Simpel, karena tahun lalu gw menghilangkan (kehilangan sih sebenernya) nyawa gw di luar negeri, paspor tersayang.
Ceritanya panjang banget, tapi alhamdulillah berkat usaha dan doa, serta koneksi sana sini (thanks buat Om Bandrio, omnya mantan pacar gw) yang udah baik banget membantu gw waktu di Cina ketika kehilangan paspor dan gw bisa pulang cepet sehingga menyelamatkan ujian gw. Gw kapok kehilangan paspor lagi, tapi untuk travelling ke luar negeri? Sori-sori jek, nggak ada kata kapok lah ya hehe..
Kali ini gw akan ke Thailand, perjalanan ini akan diramaikan oleh adik-adik kelas gw, angkatan 2009 dan 2010 sedang yang paling dituakan cuma gw seorang dari 2008, kami akan melakukan misi pertukaran budaya di summer camp sebuah universitas negeri di Thailand yang akan dilangsungkan di salah satu pulaunya, Si Chang Island selama 3 hari, tapi ditambah ini itu total menjadi 6 hari yang akan mengambil jatah 1 hari kuliah gw nanti, untungnya karena misi dari kampus ada izin, alhamdulillah..
Ngomong-ngomong soal travelling, gw sangat suka jalan-jalan tapi paling males ngepakin barang, istilah kerennya, packing. Bukannya gimana-gimana, tapi selalu bingung rasanya untuk memilih baju apa yang akan gw masukkan ke dalam koper, ditambah lagi selalu diramaikan oleh nyokap acara mengemasi barang dan membuat gw tambah pusing. Kali ini, tiba-tiba gw harus ganti koper yang udah gw siapin karena gw harus membawa 2 angklung yang cukup makan tempat, dan gw nggak mau nenteng-nenteng kalo nggak ditaro di bagasi. Alhasil panik mode on malem-malem gw bongkar semua isi baju dan memulai pindahan ke koper yang lebih besar. Semoga koper yang lumayan berat itu nggak sampe 15kg karena kalo iya,…. Lebih baik nggak deh, amin.
Gw sangat bersemangat untuk berangkat besok, memulai perjalanan perdana ke luar negeri tanpa orangtua dan melakukan misi budaya, wow, smoga dimudahkan dan dilancarkan.. Anyway gw salut banget sama orang yang jago nari saman, nggak kebayang bengkak-bengkakkah kakinya seperti gw yang duduk menumpu sekian menit (itu keliatannya nggak lama tapi sakitnyaaaa ya oloooh, bener deh) plus gerakan kepala yang lebay (makin lebay makin bagus dan kereen) itu bener-bener menguras tenaga, salut dehh..
Besok harus bangun jam setengah 4 pagi, karena mengejar pesawat jam 7 pagi, bismillahirrahmanirrahim perjalanan besok lancar! Ciaooo
Posted by: nengpeni on: Januari 30, 2011
Akhir-akhir ini banyak banget Online Shop (OL Shop) yang berjamuran di mana-mana. Kalau gw baca majalah di glossary shop bagian belakang majalah selalu tercantum alamat website, facebook, multiply, blogspot toko-toko online tersebut. Nggak sedikit yang menarik mata dan bikin gatel untuk mengunjungi situs-situs mereka. Berhubung gw juga fashion addict, browsing situs fashion lokal dan luar merupakan rutinitas refreshing ketika lagi penat mengerjakan tugas kuliah. Hasilnya? dari jadi anggota sebuah forum fashion lokal (nanti gw share linknya) jadi tahu banyak tentang perkembangan mana aja toko online yang lagi ‘in’ dan bagus. Hal ini jadi bumerang banget kalau lagi nggak ada duit atau lagi ingin menabung, soalnya pastiiiii ada aja yang menarik hati ketika melihat situsnya >:(
Baiklah di postingan ini gw akan berbagi beberapa alamat webstore, account fb yang berisi online shopping yang direkomendasikan banyak anggota di forum FashioneseDaily (FemaleDaily) salah satu forum fashion lokal terkemuka, coba kunjungi di http://fashionesedaily.com dan http://femaledaily.com deh. Isi website ini seputar fashion, beauty serta hal-hal yang nggak jauh-jauh dari situ pokoknya hehehe.
Berikut alamat-alamat webstore favorit gw dan rekomendasi FD:
http://cottonink-shop.com salah satu koleksinya pernah gw review di postingan sebelumnya. Brand asli lokal ini buatan duo Carline Darjanto dan Ria Sarwono, dua sahabat dari SMA yang kini sudah merajalela koleksinya di Jakarta Fashion Week dan beberapa kali memenangkan brand favorit di penghargaan fashion lokal bergengsi. Isi koleksinya? Mulai dari shawl dan legging (awal mula mereka muncul) sampai merambah ke outerwear, tops, pants, skirts, bags. Saking banyak yang suka sama brand ini, tiap kali bertandang ke webstorenya dan pas baru ngeluarin new season selalu cepet banget sold outnya. Harus rajin pantengin halaman web supaya tetap update
atau bisa juga follow twitternya di @cottonink
http://shopatvelvet.com webstorenya emang baru ada, tapi ternyata (tahu dari celoteh member FD) di fb velvet sudah merajalela lama sekali dan selalu sold out barang-barangnya. Dengan harga terjangkau serta desain baju yang sangat bisa dipakai (bukan runway banget modelnya) menjadi alasan kenapa banyak diburu para perempuan penggila shopping online. Diupdate setiap sebulan sekali dan kelebihan dari webstore ini, tiap kali ada barang yang kita mau tapi habis bisa masukkan alamat email di kotak notifikasi dan kalau barangnya sudah ada lagi langsung dikirim notifikasinya ke email kita
Bisa juga cek di twitternya: @shopatvelvet
http://nikicio.com Bagi yang suka datang ke Jakarta Fashion Week di akhir tahun pasti tahu Nina Nikicio, si desainer nikicio ini. Potongan baju koleksinya simpel dan minimalis, anyway nikicio ini udah sering juga menang di berbagai fashion award sebagai desainer berbakat, makanya harganya juga udah “lumayan”, kalau di gw nggak begitu cocok sih dengan koleksinya, tapi banyak yang jatuh cinta dan jadi fans setia brand ini.
http://kulkithshoes.com dari tangan seorang alumnus FSRD ITB inilah berbagai macam sepatu lucu dan ‘Indonesia banget’ lahir, kenapa gw bilang Indonesia banget? soalnya tiap sepatunya ada unsur batiknya! Modelnya juga lucu-lucu banget, mulai dari flats, heels, boots, sendal, wedges juga ada. Kualitasnya oke punya nggak kalah dengan sepatu impor yang dipajang di mall atau sepatu impor yang suka di PO di webstore lain. Kebanyakan made by pre-order, tapi juga ada yang in stock.
http://wondershoe.com Yang suka banget sama sepatu flat pasti akan keracunan sama webstore ini, karena isinya semua memang sepatu flat yang lucu-lucu
Made by pre-order juga seperti kulkith, range harga juga bersahabat, selain webstore wondershoe juga ada tokonya di daerah kemanggisan, Jakarta Barat.
http://retailtherapyhouse-jakarta.blogspot.com Butik ini tokonya ada di daerah Gandaria, Jakarta Selatan. Sering dipakai juga untuk majalah-majalah. Koleksinya nggak cuma baju, tapi juga sepatu dan aksesoris. Semua sepatu dan baju bisa made by custom order. Promo terbarunya ada harga promosi buat sepatu clogs sampai Maret 2011 ini, dan clogsnya lucu-lucu bangeet :3 Twitter retail therapy: @retailthrpy
http://juneandjulia.blogspot.com buat yang suka sepatu-sepatu unik, coba main ke sini. Didirikan dua fashion blogger indonesia, june dan julia menghadirkan koleksi-koleksi quirky seperti heels yang ajahib (modelnya unik banget). Made by pre order ada juga yang in stock. Follow juga twitternya di @juneandjulia
http://iwearup.com Kalau Diana Rikasari mendesain baju untuk endorse dan bloop, dia sekarang juga merambah ke dunia persepatuan, khususnya wedges. Merk up ini baru, dan langsung lumayan terkenal dan disukai para ol shoppers maniak (saking emang maniak banget belanja OL) selain modelnya unik, harganya juga lumayan bersahabat. Twitternya @iwearup
Nah sekian dulu review singkat beberapa ol shop rekomendasi gw, siapa tahu berguna kalau lagi iseng atau mencari sesuatu atauuu.. pengen menghamburkan rupiah tapi nggak tahu kemana hehehe… semoga berguna teman-teman!
Posted by: nengpeni on: Januari 30, 2011
Hampir sudah setahun gue menjomblo, tak nampak sana-sini seseorang yang membuat gue jatuh cinta. Ada beberapa mungkin yang sempat menarik hati, tapi menarik buat gue itu nggak cukup. Nggak sampai seminggu, dua minggu, bisa jadi hilang begitu saja rasa yang bisa bikin jantung berdebar-debar nggak karuan meski baru memikirkan orangnya hehehe. Bukan salah mereka juga yang buat gue hilang feeling, tapi memang sepertinya chemistry di guenya belum dapat. Rasanya sudah bosan sekali kalau kemana-mana melihat orang jatuh cinta dan gue merasakan kebal dengan yang namanya “cinta”. Playlist lagu di Ipod juga udah penuh sama lagu-lagu patah hati yang lama-lama bosan didengar. Ujung-ujungnya sambil berdoa dan mencari suatu hari gue bagaikan mendapat ilham atau pencerahan dari doa selama ini: jatuh cinta lagi.
Sulit mendefinisikan perbedaan suka, obsesi dan cinta kalau gue tertarik sama orang. Kadang ketika gue cerita dengan antusiasnya tentang si Mr X ini ke sahabat-sahabat dekat gue, nggak lama kemudian ketika mereka bertanya apa kabar perasaan gue, gue dengan tak semangat menjawab sudah pudar, dan nggak tahu kenapa alasannya. Akhirnya gue berhati-hati dalam mendeskripsikan kata jatuh cinta dan menaksir seseorang tiap gue ada ‘rasa’ dengan seorang laki-laki.
Ada hal yang paling unik yang gue sadarin baru-baru ini, bahwa kadang kita nggak akan pernah terpikir untuk menyukai atau jatuh cinta dengan orang yang sama sekali nggak pernah ada di bayangan kita. Termasuk gue yang lagi suka sama orang yang sebenernya telah beberapa kali gue bertemu, dan gue tahu dia. Gue nggak jatuh cinta pada pandangan pertama dengan dia, tapi entah yang keberapa kali namun saat itu pas banget ada chemistrynya. Gue juga makin sadar kalau gue bener-bener suka sama orang ini ketika perasaan itu telah bertahan lebih dari 3 minggu, ibarat kayak penyakit ada fase akut dan kronis, gue baru yakin suka sama orang dan nggak cuma kesepian semata ketika fase akut sudah lewat, lebih dari 3 minggu.
Masalah kemudian timbul kalau kita lagi suka sama seseorang, apa orangnya sudah kenal kita apa belum, apa dia sedang ada yang ngedeketin, udah punya pasangan/belum, atau malah dia lagi sedang tidak ingin berkomitmen? Pasti itu yang bikin h2c (harap-harap cemas) dan membuat keadaan naksir seseorang seperti sedang menanti keluarnya nomer undian pemenang, bagi gue itu adalah salah satu tantangan dan menyenangkan
Kenapa gue bilang menyenangkan, jujur gue udah bosan dengan kehidupan perasaan yang gitu-gitu aja, nggak pernah merasa penasaran sama seseorang, bahkan beberapa bulan terakhir sebelumnya gue agak mual tiap ngeliat yang namanya cinta-cintaan. Mungkin ini yang dinamakan mekanisme defensif diri yang patologis (gue lupa jenisnya apa yang kayak gini, tapi ada). Jadi, masalah klasik ini jugalah yang membuat hari-hari seorang jomblowan dan jomblowati yang sedang kasmaran lebih berwarna daripada yang nggak punya gebetan hehe.
Sepertinya gue udah agak lupa dengan bagaimana menyukai seseorang setelah sekian lama sehingga untuk memulai progres yang lebih berarti pun nggak tahu harus mulai dari mana. Secara gue perempuan juga, harus jaga harga diri dan gengsi di depan orangnya (meski mungkin dia nggak pernah sadar akan keberadaan gue) dan itu membuat para jomblowati (seperti gue) nggak banyak berharap kecuali ada keajaiban datang berjodoh dengan si gebetan entah pakai perantara apa yang difasilitasi sang Khalik. Kata saudara cowok dan teman-teman cowok gw juga begitu, cewek ditakdirkan untuk dipilih, jadi pilihannya ya berdoa, menunggu, boleh sedikit usaha, tapi jangan frontal. Di sisi lain teman-teman perempuan gue sedikit-banyak juga memberi nasehat yang sama, intinya kalau jodoh nggak kemana. Sounds cliche, but from that words i think that’s not too pathetic to be done.
Setelah sekian lama baru bisa suka lagi sama orang lalu yang harus gue lakukan sekarang menunggu? Hmm.. berharap semoga orangnya sedikit menyadari akan keberadaan gue agak sulit, tapi lebih sulit lagi untuk menghilangkan perasaan ini ketika sudah jadi kronis, hehehe. Kalaupun gue hanya bisa berusaha, paling cuma bisa ‘cuap-cuap’ di dunia tanpa batas alias dunia maya yang mungkin siapa tahu dia membaca dan sedikit merasa geer. Itu juga kalau orangnya seneng, syukur alhamdulillah, kalau ilfil? hmm.. lain cerita yaa
Paling nggak sekarang hidup gue lebih berwarna cerah meski entah prognosis ke depannya seperti apa.. That’s what i called love. <3
Posted by: nengpeni on: Juli 29, 2010
Judulnya pakai bahasa Inggris, tapi sebenernya ingin menulis dalam bahasa Indonesia hehe.. Numpang curhat sedikit nih, dewasa ini pemakaian judul dalam artikel maupun tulisan sekalipun berbahasa Indonesia banyak ditulis dalam bahasa Inggris, supaya terlihat keren? mungkin.. tapi saya pribadi menuliskannya dalam bahasa Inggris karena sudah terbiasa membaca artikel berbahasa asing (saking asingnya suka banyak yang tidak dimengerti kosa kata asingnya :p) namun masih harus belajar banyak menulis dalam bahasa asing yang satu-satunya saya lumayan kuasai, bahasa Inggris
Mengapa saya menuliskan postingan blog dengan tema ini?Menyiasati nyeri terapi kecantikan, ya umum sekali judulnya. Saya mengerucutkan tema tersebut menjadi beberapa tips dan trik untuk mengatasi nyeri yang sering sekali dirasakan ketika melakukan terapi kecantikan, seperti slogan lama, beauty is pain, benar banget, sungguh menyiksa ternyata untuk menjadi cantik (meski belum tentu dilihat seperti itu di mata orang lain, ironis.. >.<). Walaupun banyak terapi kecantikan yang sebenarnya bertujuan untuk memperindah fisik seseorang, namun tak jarang pula rasanya tak seindah dengan angan-angan yang ingin dicapai dari perawatan dan terapi tersebut. Curhat sekali lagi, hari ini untuk ke sekian kalinya saya harus merelakan diri saya disiksa dengan sepenuh hati dalam rangka ‘diterapi’.
Khususnya untuk kaum hawa, segala usaha untuk menjadikan penampilan maksimal dari ujung rambut sampai ujung kaki adalah hal yang umum. Saya sendiri mulai menjadi ‘genit’ merawat tubuh sejak duduk di bangku kuliah. Sadar penampilan itu penting, maka saya mencoba beberapa terapi kecantikan, dari yang umum, sampai yang terdengar aneh dan tidak biasa. Namun seiring dengan bertambahnya usia dan keremajaan kulit makin berkurang saya kini harus membiasakan diri (dan dompet) tersiksa dengan serangkai ritual perawatan tubuh dan kulit. Perawatan tersebut tidak banyak, namun yang selalu saya rutin lakukan adalah facial dan waxing. Sedihnya dua hal ini yang benar-benar membuat saya (dan mbak-mbak atau jeng-jeng lain) bisa merasa sangat tersiksa dalam waktu 20 menit, 1 jam, hingga berjam-jam karena terapi tersebut
.
Facial sendiri adalah sebuah perawatan kulit wajah yang ditujukan untuk membersihkan kulit dari komedo, sisa sel kulit mati, serta memberikan vitamin untuk kulit yang diperlukan sehingga kulit diharapkan menjadi bersih, dan terhindar dari jerawat yang memang seringnya disebabkan oleh sumbatan pori-pori karena komedo, lemak dan infeksi bakteri selain karena hormonal. Facial juga bisa disebut ekstraksi atau pengeluaran, dengan cara kulit dibersihkan terlebih dahulu dan dipijat lembut untuk melancarkan peredaran darah, selanjutnya akan diuapi supaya pori-pori terbuka dan memudahkan terapis untuk mengeluarkan komedo dengan sendok lunula. Sendok lunula ini akan ditekan ke permukaan kulit wajah yang akhirnya menyebabkan rasa sakit yang tiada tara. Maka tak heran ketika kurang lebih 2 jam saya berada di ruangan perawatan, di sebelah kanan-kiri bilik saya bisa terdengar suara menjerit kesakitan sampai menangis karena menahan nyeri tiada tara, sama dengan nasib saya.
Sudah setahun lebih saya menjalani rutinitas perawatan facial tersebut dan selalu merasakan sakit yang sama, meski telah menjalani sesi kedua, tiga, empat, lima, dan seterusnya.. Harusnya saya telah terhabituasi (terbiasa) sehingga tidak merasakan nyeri yang sama hebatnya dengan sebelumnya, tapi ternyata hal tersebut tak berlaku. Saya tetap menangis, menjerit, meringis, dan merasakan nyeri yang menjalar kemana-mana (reffered pain). Belum lagi dampak muka yang seperti habis disengat lebah karena pelebaran pembuluh darah atau bahkan bisa berdarah dan terkena komplikasi infeksi yang menyebabkan bertambahnya jerawat sehabis terapi facial.
Hari ini saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga untuk kunjungan terapi saya berikutnya, yakni menyiasati rasa nyeri dengan beberapa cara yang simpel namun sangat mengena. Terapis saya hari ini, Mbak Tata, memberitahu saya trik yang sangaaaat sederhana, dan saya belum pernah sekalipun melakukannya pada saat sesi terapi selama ini (sudah cukup merasa sanggup selama 2 jam mengernyit, meringis menahan sakit). Trik tersebut tak lain adalah tidak menutup mata dengan kapas saat melakukan terapi ekstraksi komedo, melainkan dengan menatap cermin saat wajah dipencet sendok lunula! Cara tersebut sangat membantu saya dan membuat saya jauh berkurang mengalami rasa sakit dan nyeri karena disiksa oleh sendok lunula yang dipakai Mbak Tata, dengan sedikit sugesti (dan saya memang termasuk orang yang gampang disugesti) cara ini amat mujarab, dibanding saya harus konsentrasi berusaha relaks ketika menahan rasa nyeri dengan menutup mata saat difacial.
Dengan keadaan tersebut sebenarnya memang memiliki beberapa keuntungan dibandingkan pasien terlentang sambil memejamkan mata mencoba untuk menahan rasa sakit dan menjerit tertahan belaka. Ketika saya tadi membuka mata dan memegang cermin di depan wajah saya sambil diekstraksi berarti saya melihat sendiri apa yang dikerjakan oleh terapis, sedangkan kalau memejamkan mata, terkadang sambil menahan sakit saya diselimuti rasa penasaran, sebenarnya sendok lunula itu diapakan ke kulit saya sehingga begitu nyeri terasa di ujung syaraf saya
Selanjutnya komunikasi antara pasien dan terapis bisa lebih baik, hal ini berguna untuk mengalihkan perhatian pasien dari rasa nyeri dengan ngobrol sedikit demi sedikit dan mengurangi nyerinya. Pada beberapa pasien mereka merasa senang ketika melihat sendiri bagaimana si komedo menyebalkan tersebut dikeluarkan (seperti saya terkejut betapa ahlinya Mbak Tata bisa tahu di mana komedo-komedo yang tak tampak di permukaan ketika dipencet dengan sendok lunula dia muncul, dan besaaaaar sekalii
)
Baiklah lanjut ke perawatan selanjutnya, yakni waxing. Pasti tidak asing mendengar kata satu ini, tapi masih bingung dengan apa yang sebenarnya dilakukan pada terapi ini? Oke, saya jelaskan singkatnya waxing itu sebenarnya dari kata dasar wax (lilin) namun kini yang banyak dipakai adalah gula yang dipanaskan atau biasa disebut juga dengan sugaring. Tujuan waxing/sugaring ini adalah mengangkat rambut-rambut halus di bagian tubuh yang tidak diinginkan. Macam-macam jenis perawatan yang tersedia, misalnya underarms waxing, bikini waxing, brazilian waxing, face waxing, leg and hands waxing, dsb. Dengan melakukan waxing maka kulit terlihat lebih mulus dan meningkatkan rasa percaya diri tentunya. Adapula alasan lain selain untuk estetika yakni untuk kesehatan. Seperit pada bikini waxing/brazilian waxing yang ditujukan untuk organ keintiman wanita, sebenarnya hal ini juga bisa mencegah organ kewanitaan dari berbagai jamur candida yang bisa berpenghuni di dalam sana, menyebabkan gatal, panas, serta keadaan yang sangat tak menyenangkan karena kelembaban begitu tinggi di daerah kewanitaan yang tertutupi rambut pubis.
Teknik sugaring ini caranya dengan memanaskan gula tersebut (jadi seperti caramel) lalu dioleskan ke bagian yang ingin di wax selanjutnya dengan kain perca ditempel, dan ditarik ke arah yang berlawanan dengan tumbuhnya rambut halus tersebut. Rasanya seperti apa? WOOOOW sakit luar biasa!! Seperti saat difacial bilik kanan-kiri saya selalu ramai dengan jeritan kesakitan bahkan sampai tendang-menendang (biliknya sempit sih, jadi heboh ruangan sebelahnya, hihi).
Hari ini pula saya mendapat pelajaran, intinya fokuskan pikiran (tetap susah ya) pada rasa setelah ditarik kain perca, jangan memikirkan rasa saat ditariknya.. Perlu latihan memang, tapi tadi 2-3 kali mencoba saya sudah berhasil sehingga keinginan menjerit hanya maksimal 3 kali :p Dibanding waxing, threading jauh lebih menyakitkan, dengan seutas benang, terapis akan merapihkan rambut-rambut halus yang tersisa dari sugaring tersebut. Sekali lagi, fokuskan pikiran kepada hasil akhir (kulit mulus tanpa rambut menyebalkan itu) yang kita mau, jangan pada rasa saat dithreadingnya.
Pada akhirnya tetaplah semua yang bagus itu memerlukan kerja keras dan pengorbanan serta terkadang rasa yang tidak mengenakkan. Kalau dihitung-hitung untung-ruginya memang rasa nyeri tersebut tak sebanding buruknya daripada harus mengeluh saat jerawat muncul dimana-mana akibat tidak diekstraksi kotoran dan komedonya, atau merasa risih akan rambut-rambut di bagian tubuh yang tidak berkenan. Sekali lagi, semuanya menjadi pilihan kita sendiri, tapi jangan pernah lupaa.. bahwa menjadi cantik memang butuh usaha, baik yang enak maupun yang terlihat ‘menyiksa’
Posted by: nengpeni on: Juli 6, 2010
Pernah dengar kalimat, “Your twitter shows who you are?” mungkin ungkapan ini familiar banget di antara pengguna situs mikroblogging twitter. Yeah, twitter yang fenomenanya semakin menjamur jadi tumpahan isi hati banyak orang kini. Meskipun isi ‘celotehan’ masing-masing orang bervariasi, tapi tetap tidak bisa dipungkiri kalau curhat lebih banyak menggunakan twitter dibanding status di situs jejaring sosial. Kalau kata teman saya, twitter itu seperti ‘tong sampah’ atau akuarium, atau obat narkotik, saking mereka teradiksi dengan twitter yang bisa membuat seseorang lupa sekitar, bahasa gaulnya, “autis”.
Saya setuju dengan pendapat teman-teman saya tentang analogi situs twitter tersebut. Isi dari twit banyak merefleksikan diri kita sendiri maupun pemikiran dan parahnya penelitian menunjukkan bahwa dari isi twitter seseorang bisa terlihat kepribadian dan sifatnya tanpa ditutup-tutupi! Ternyata twitter benar-benar seperti akuarium yang terisi air jernih di mana semua orang bisa melihat isi ikan-ikan di dalamnya tanpa terkecuali bukan? Meskipun akun twitter telah dikunci sekalipun, orang-orang yang mengikuti timeline akan tetap mendapati celotehan kita tiap detiknya yang sudah diposkan di sana. Maka berhati-hatilah dengan isi twitter…
Bagaimana dengan suara hati yang tercurahkan lewat twitter? Hm ada kontra dan pro dengan satu ini. Di satu sisi, ada orang yang berpendapat lebih baik isi hati dicurahkan daripada dipendam, dan mereka pun memilih twitter untuk jadi tempat pembuangannya karena bisa diupdate kapan saja, dan dianggap lumrah jika status diupdate dalam selang waktu beberapa menit/detik (!) Beberapa lainnya tidak menganggap bahwa sesuatu yang ada di kehidupan sehari-hari (terutama yang menyangkut hati) layak diposkan di situs mikroblogging karena tidak pantas untuk dibaca oleh khalayak umum, meskipun hanya beberapa (puluh/ratus/ribu) followers di timeline. Padahal apapun pendapat masing-masing, tiap orang yang sudah mengikuti timeline seseorang harus sudah siap untuk menerima curahan celotehan twitter orang-orang yang difollownya, begitupula sebaliknya jika tidak ingin dapat setumpuk curahan hati (yang hampir 60%) dari rata-rata twitter tiap orang/harinya ya berhenti saja mengikuti timelinenya, bukan?
Masalah yang terjadi saat mencurahkan isi hati di twitter adalah saat mungkin beberapa orang yang mengikuti timeline kita mengalami kesalahpahaman tentang isinya. Bisa jadi tersinggung, marah, senang, atau merasa dialah yang menjadi subjek tumpahan isi hati kita saat itu. Sebenarnya asalkan isi hati yang dicurahkan masih dalam batasan wajar dan tidak melanggar hukum dan SARA wajar-wajar saja dan tidak bermasalah. Hanya saja, mungkin ada beberapa orang yang rasa ingin tahunya sangat besar sehingga menimbulkan paham yang tidak enak kepada orang yang menuliskan isi hatinya di timelinenya. Perlu beberapa klarifikasi yang benar agar tidak menimbulkan masalah berikutnya atau malah-malah jadi bertengkar pada akhirnya!
Pada akhirnya, apapun isi status mikroblogging yang ditulis seseorang adalah haknya untuk mengekspresikan diri, namun tetap ingat pada batasan kebebasan yang bertanggung jawab, seperti pada beberapa kasus yang menyeret banyak orang ke jalur hukum hanya karena update status. Terlihat sepele memang, tapi sekali lagi hidup di zaman yang semakin canggih membuat kita semakin harus berhati-hati dalam bertindak, karena teknologi yang semakin canggih tak hanya mempermudah kehidupan, namun bisa jadi bumerang untuk kita sendiri
Posted by: nengpeni on: Juli 2, 2010
Well, long time did not write blogs, now i’m trying to make a review about one of my favourite local brand, Cotton Ink in their new collection for pre-fall 2010 which will be released soon on 8th of July 2010 in Brightspot Market at Plaza Indonesia.
First time i saw about these collections just one thing come to my head, lovely! Ah, i really love all their pre-fall collection. They released the collection in more clothes than spring one, they have 4 way kimono top, drawstring shorts, another booming mini boxy and boxy tees with collar, april top, oversized shirt, clarissa shirt, laurie tee, another color for neptune dress on berry, crop cardigan in reddust, houndstooth shawl, and their comfy leggings. Okay so much clothes they have, and i’ll try to review them one by one next..
First, this 4-way kimono top. I fell in love at first sight when i saw it. It looks very simple but classy and stylish. Yeah, in this kimono, Ria and Carline succeded made their signature on it. The design is-so-Cotton Ink, and about 4-ways bow to be tied it’s a very creative way for make a simple top with stylish look. On crisp white and pale brown colors, the kimono is very nice to be wore in Asian’s skin tone, especially Indonesian like us
Next is clarissa shirt. Look like an ordinary shirt one, huh? No! You have too see the detail on it! Again, they put little things to make this simple looks so great, they use stripes motive fabric, but the stripes only really appears when you look more closer, and make a slim shillouete on people who wear it. Another thing i like about this shirt, they are available in 2 basic colors: white and black.
Boyfriend shirt as fall trends is still going. And the key of this style is oversized shirt and in white color of course! This Cotton Ink’s oversized shirt is one of my recommendation to picked up as your boyfriend’s style. You can wear it as ordinary shirt, or wear as mini dress. Add a chic skinny belt or bold one for the final touch and a casual boyfriend’s looks will be on your way!
Lets go to the next part : lovely miniboxy! For you who doesn’t want to be sinked in baggy tees, you would love Cotton Ink’s mini boxy. It fitted on average Asian’s women body with petite size. Now they are coming with new variation, adding collar to the tee. So when you wear this miniboxy not only applicable for casual look, but also it works great on semiformal occasions. Miniboxy with collar available on white and black.
On the other collection they have basic tanktop with pocket and drawstring shorts. This pieces can be mixmatched both of them or separated with another collection. I like the combination between shorts with basic tanktop or shorts with oversized shirt which looks like on the picture
Do you see too the houndstooth shawl? It looks pretty too right? Adding that shawl to your looks and voila! you’ve got the style..
If you like neptune dress much, you’ll more fall in love with this one, berry neptune dress! Cotton Ink released this beautiful dress on maxi size. The color is so hot! Like the dress, the reddust cardi also pretty, you can use it with your basic tank or another dress like the model did.
Last, april top with midblue legging complete the Cotton Ink pre-fall 2010 collection. Design of april seems like kimono top, but if you look closer you can see the differences, april has the buttons and a different cut. In white color paired with midblue legging the combination is so fresh on summer looks!
Finally i’m finished reviewing this grrreeatt collection. The more i look in to pre-fall collection, the more i’m drooling can’t wait more too to see it live and buy all of them!
Cotton Ink has made a success of their lovers begging for more, and more their collections! Briliante!
Posted by: nengpeni on: November 28, 2009
Bukan sekali ini saya pergi ke Bandung, smenjak kuliah, saya jadi sering pulang-pergi Jakarta-Bandung atau Bekasi-Bandung buat nengok si ‘ehem’, tapi kali ini saya meniatkan kepergian saya karena kepingin nyari jaket kulit yang di ‘custom made’ di daerah pasar baru bandung gara-gara adik saya sebelumnya pernah membeli di sana dan murah. Maka sebelumnya saya hunting dulu model yang diinginkan di internet. Saya terinspirasi dari rumah mode Balmain yang mengeluarkan jaket-jaket unik, mulai dari jaket militer, jaket kulit ala pengendara motor, hingga jaket-semi jas kulit ala rihanna dan vic.
Okey, lalu saya memutuskan untuk memilih balmain style ala Vic buat model jaket kulit yang akan saya bikin nanti.
Selain saya berkelana untuk memesan sebuah jaket kulit, saya di sana juga menemani adik saya untuk berbelanja, saya menemukan 2 barang yang super mangtabs, latex legging berkualitas dengan harga murah, cukup 89 ribu rupiah saja, namun dari 2 legging latex yang sudah saya punya, ini yang paling buaguss! kenapa saya bilang begitu soalnya model karetnya nggak seperti 2 legging saya yang lain yang cuma karet kerut tipis, jadi kalau dipake melorot-melorot, nongol ‘celengannya’, sedangkan kalau yang kemarin saya beli di FO SECRET modelnya pas banget kayak celana dan tidak nyeplak banget, padahal ukurannya M, sedangkan 2 yang saya punya lebih dulu itu all size cuma rasanya sempiiiiiiiiit sekali >.< eniwei gambarnya belum ada karena belum saya potret, menyusul yaaa…
barang berikutnya yang saya temukan tak sengaja juga di sana adalah jeans shirt. Okey itu mereknya Borschka kalau ga salah, made in Indonesia, bahannya bagusss banget, panjang kira-kira 80 cm, dan ZARA look-a-like, ladies, saya membelinya hanya dengan harga 125 ribu, bandingkan dengan yang di ZARA, mirip banget tapi harga 659 ribu perak! (^.^;)
Nah, kalau tentang si jaket kulit, saya punya cerita tersendiri. Sebenernya saya tadinya mau ke Garut untuk membelinya, tapi berhubung jauh, dan nggak tahu dimananya, akhirnya saya putuskan untuk seperti adik saya saja, cari di Pasar Baru Bandung, daerah Jalan Sudirman di dekat Stasiun KA. Lokasinya itu seperti ITCnya bandung, tapi nyempil karena lokasinya itu di tengah-tengah ruko pasar yang super-duper rame, dan gedung parkirnya nyempil, dan padet mobil!. Tokonya ada di lantai 3, jangan cari di pusat jaket, karena gak akan ketemu, nama tokonya MAESTRO. Nah, kemarin saya bikin custom-made leather jaket balmain ala vic disitu 1 juta rupiah. emang lebih mahal dibanding kalo beli yang readystock sekitar 600 ribuan. Toko ini menyediakan banyak banget jaket kulit, dari mulai yang kulit oskar (kulit sintetis) trus kulit sapi, dan kulit domba yang termahalnya. Bedanya apa? bedanya itu di kualitasnya pasti, kalau kulit domba itu halus, kalau di remes-remes nggak bakal lecek, sedangkan kalau kulit sapi agak lebih tebal, dan kulit oskar itu cepet ‘sowek’. Untuk harga kulit sapinya sekitar 500 ribuan sedangkan oskar sekitar 200-300 ribu rupiah.
Nah sekian dulu oleh-oleh hunting bajunya dari Bandung. Later on, i’ll post the pic!
Posted by: nengpeni on: November 28, 2009
Iyakk, saya jadi ikut-ikutan suka sama namanya fashion blogging, mungkin emang ga sebagus kawan-kawan yang udah duluan sih tapi ini jadi salah satu ekspresi kebebasan saya untuk menuangkan ide-ide padu-padan busana dari lemari yang hampir ga pernah dipakai itu hehe. Ditunggu loohh commentnyaa,

i wear highwaisted skirt mereknya maje paris udah lama banget belinya, cuma in lagi pas udah SMA hoho, trus itu kaosnya pisang kuning gitu printnya hadiah dari majalah !7 waktu ikut liburan bareng ke bali, saya tampak 'berisi' sekali menggunakan kaos itu haha.